Menanam Cabe Dalam Pot

Harga cabe musim penghujan ini naik berlipat-lipat. Para pedagang cabe, pemilik warung, ibu-ibu rumah tangga semua ribut membicarakannya.

Kalau harga cabe tinggi, petani untung besar dong. Tidak juga. Karena petani tidak punya kebun yang siap panen. Guyuran hujan yang terus-menerus meluluh lantakkan kebun cabe miliknya. Hanya sedikit petani cabe yang menikmati pedasnya harga cabe, yaitu mereka yang membudidayakan cabe di rumah kaca.

Berkebun cabe di rumah kaca pada dasarnya adalah bertanam cabe dalam pot atau polybag yang di letakkan dalam rumah kaca untuk melindunginya dari cuaca ekstrem.

Untuk itu saya akan menuliskan pengalaman saya berkebun cabe dalam pot kepada para pembaca. Tulisan akan saya sampaikan secara bertahap, yang berarti aka terdiri dari beberapa postingan.

Selamat menikmati.

  1. Pemilihan Pot

Mengapa harus jeli memilih bahan pot untuk menanam cabe? Ya. Karena cabe sangat sensitive terhadap panas dan kekeringan. Selain itu pemilihan pot juga berkaitan erat dengan jumlah biaya yang harus kita keluarkan. Pot dari bahan tertentu juga kurang cocok untuk tanaman sensitif. Demikian juga, berat ringannya pot ikut jadi pertimbangan karena beberapa alasan tertentu.

Untuk itu marilah kita tinjau beberapa jenis pot yang ada di pasaran, antara lain :

a.       Pot dari bahan semen

Pot dari bahan semen bobotnya cukup berat dan harganya relatif mahal. Ketika dalam keadaan masih baru, ketika dipakai, pertumbuhan tanaman sedikit terganggu. Mungkin karena kandungan kimia yang terdapat dalam bahan semen.

b.       Pot dari bahan plastik hitam, merah atau coklat

Pot dari bahan plastik punya beberapa keunggulan, diantaranya murah, mudah di peroleh, awet dan bobotnya ringan. Namun pot plastik yang dari segi estetika cukup bagus harganya juga tidak bisa di bilang murah. Kelemahan pot plastik, bila terkena sinar matahari cepat menjadi panas, bahkan ketika media dalam keadaan basahpun akan sangat mudah menjadji panas. Tanaman bisa menjadi layu atau mati, bukan karena kekurangan air, melainkan karena medianya menjadi terlalu panas.

c.       Pot dari tanah liat

Pot dari tanah liat bersifat menyerap air seperti bata merah. Pot tanah liat bila di letakkan di tempat yang terpapar langsung sinar matahari, cukup membahayakan tanaman. Apabila kita lengah, maka media tanam bisa jadi terlalu kering, sehingga tanaman layu, bahkan bisa sampai mati. Ini pernah beberapa kali saya alami ketika kami meninggalkan beberapa tanaman di terik matahari. Ketika kami malam hari baru tiba di rumah, layulah tamnaman dalam pot tanah, bahkan beberapa diantaranya beberapa hari kemudian mati. Ditinjau dari bobotnya, pot tanah liat juga cukup berat.

d.       Pot dari keramik

Pt dari keramik memang memiliki estetika tinggi. Apapun tanaman yang kita masukkan ke dalam pot keramik, jadi tampak lebih indah. Namun kita juga tahu, harga pot keramik cucup mahal. Namun demikian tidak ada salahnya bila cabe yang akan kita tanam, juga kita perlakukan atau kita anggap sebagai tanaman hias. Sifat dari keramik yang kurang baik untuk pot adalah sifatnya yang tidak bisa menyerap air. Jadi penyiraman yang berlebihan tidak bisa di reduksi oleh keramik. Sebaiknya pot keramik tidak kita pergunakan secara langsung. Maksudnya tanaman kita tanam dalam pot dengan bahan non keramik, namun bila hendak kita pajang di teras atau di dalam rumah, agar nampak lebih indah, tanaman bersama potnya dapat kita masukkan ke dalam pot keramik.

e.       Pot dari kaleng bekas

Pot dari kaleng bekas memang murah meriah. Namun biasanya juga tidak bisa disiapkan jumlah yang cukup untuk waktu yang singkat. Kaleng bekas biasanya kita peroleh dari limbah belanjaan ibu rumah tangga, misalnya  kaleng susu bayi, kaleng kue dan sebagainya. Kaleng bekas ini perlu kita beri lubang di bawahnya dalam jumlah yang cukup, namun demikian diameter lubang tidak boleh terlalu besar. Lubang yang terlalu besar akan menyebabkan media tanah keluar dari pot, terlebih bila kita melakukan penyiraman berlebihan. Bila kaleng di rasa terlalu tinggi bila di banding diameternya, juga perlu diberi lubang di sampingnya, maksudnya untuk membantu menurunkan derajat keasaman media tanam dalam pot.

Pot dari kaleng bekas juga meninggalkan bekas karat yang sulit di hilangkan bila terkena lantai rumah. Beberapa kali tangan saya tergores bibir kaleng yang sudah berkarat, yang membuat badan saya panas dingin beberapa hari, hati-hati.

            Dengan mengenal karakter dari berbagai jenis pot, maka kita dapat memilih sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing. Untuk keperluan kepraktisan, harga, kemudahan dalam pengangkutan dan ketersediaan yang cukup, maka penanaman dalam polybag juga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan pengganti pot. Di pedesaan, bahkan gedebog pisang sering digunakan untuk pot tanaman. Namun pot dari gedebog pisang ini tidak dapat bertahan terlalu lama. Namun karena ketersediaannya di pedesaan cukup melimpah, maka sering juga dimanfaatkan.

Dipublikasi di Artikel | Tag , | Meninggalkan komentar

Administrator

Dilahirkan ditanah pertanian, daerah dataran tinggi di kaki Gunung Ungaran tahun 1961.

Ayah seorang Mantri Tani, menumbuhkan minat saya di bidang Pertanian dan Peternakan. Pendidikan formal di bidang Perbankan dan Manajemen Pemasaran, tidak menyurutkan minat saya dibidang Otomotif, selain Pertanian dan Peternakan.

Minat yang sama dengan seorang sahabat, mendasari niat saya untuk berperan sebagai administrtor di blog ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi semuanya.

Dipublikasi di Profil Ponggawa | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Tinggi Ideal Pengebunan Jabon

Bagi para petani, menanam jabon tidak akan lepas dari perhitungan biaya. Baik biaya pembelian bibit, biaya penanaman, maupun biaya perawatan.

Harga bibit, tentu saja semakin besar bibit yang akan ditanam, harga belinya pastilah semakin mahal. Sebagai ilustrasi, bibit yang tingginya antara 7-10 cm berharga sekitar 250-300 rupiah. Sedangkan bibit yang tingginya berkisar 40-50 cm harganya berkisar 1500-2000 rupiah. Kalau penanaman dalam skala ribuan pohon, pastilah harga bibit ini perlu diperhitungkan.

Namun, menanam langsung bibit yang berketinggian antara 7-10 cm  sangatlah berisiko. Resiko ini diantaranya adalah:

– Kalah pertumbuhannya dibandingkan dengan rumput liar sekitarnya. Dengan demikian maka pertumbuhannya akan terhambat, atau bahkan akan terbabat oleh para pencari rumput yang tidak memperhatikan bahwa ada tanaman jabon.

– Bibit akan mudah mati bila beberapa hari tidak turun hujan. Hal ini karena akar tanaman belum terlalu dalam atau masih berada di permukaan tanah. Sehingga kalau tidak turun hujan dalam beberapa hari, maka bermukaan tanah akan kering yang dapat mengakibatkan kematian bibit. Penyiraman bisa saja dilakukan, namun untuk lahan yang luas, apalagi berbukit-bukit tentu tidaklah murah biayanya.

– Pengontrolah yang harus lebih sering dilakkan untuk bibit yang relatif kecil bukanlah hal yang mudah dan murah untuk dilakukan.

Dengan adanya permasalahan tersebut diatas, maka perlu dilakukanlangkah-langkah sebagai berikut:

-Membeli bibit cabutan atau bibit sosisan beberapa bulan sebelum musim tanam.

– Memindahkan bibit cabutan atau bibit sosisan ke dalam polybag ukuran 12×15 dan merawatnya antara 2-3 bulan hingga bibit berketinggian 40-50 cm

-Melakukan penanaman bibit pada musim tanam yang tepat.

Dengan melakuka langkah tersebut di atas ada beberapa keuntungan, diantaranya adalah:

– Pembelian bibit relatif lebih murah

-Perawatan di dalam polybag sampai ketinggian tanam ideal dapat dilakukan dengan lebih mudah dan murah, karena pemupukan, penyiraman dan penyemprotan hama dilakukan dalam satu area yang tidak terlalu luas untuk jumlah bibit yang sama banyaknya.

Selamat berkebun.

Dipublikasi di Artikel | Tag , , | Meninggalkan komentar

MANUSIA DAN TANAMAN

Pada siang hari tanaman mengeluarkan oksigen dan menyerap carbon dioksida, pada malam hari mengeluarkan carbon dioksida dan menyerap oksigen. Itulah yang kita pelajari sejak kita duduk di bangku Sekolah Dasar dulu.

Belum jelas perbandingan yang dikeluarkan dan diserap, baik pada siang hari maupun pada malam hari. Yang jelas, ketika pada pagi hari kita keluar rumah, udara terasa sejuk dan segar. Bernafaspun terasa lega. Itulah salah satu manfaat tanaman bagi mahkluk hidup lainnya, manusia dan binatang. Selain tentunya, manfaat ketersediaan bahan pakan bagi keduanya.

Suatu saat saya mendengarkan uraian dari sesepuh di lingkungan kami. Ini beliau sampaikan, demi melihat lingkungan tempat tinggal kami yang masih gersang, miskin tanaman. Dalam uraiannya beliau menyampaikan, beberapa alasan dapat dijadikan pedoman bagi manusia, mengapa seseorang hendaknya meringankan tangannya untuk menanam pepohonan dan menjaga yang telah tumbuh:

1. Tanaman menghasilkan oksigen yang sangat vital bagi kehidupan manusia dan binatang.

2. Tanaman menyediakan bahan pakan bagi manusia dan binatang.

3. Tanaman menyediakan bahan bangunan bagi manusia dan binatang

4. Dan bagi manusia yang menanam satu tanaman, kemudian tanaman itu dimanfaatkan untuk berteduh, untuk rumah binatang (misal: untuk bersarang burung-burung), untuk tempat tinggal semut, maka semuanya dihitung sebagai shodaqoh.

Sayang, untuk yang nomor 4 ini saya belum ketemu sumber referensinya. Mudah-mudahan segera ketemu. Maksudnya biar mantab gitu lho.

Nah, kalau sudah tahu manfaatnya, ayo segera lakukan. Paling tidak agar oksigen yang kita pakai, kita ikut andil untuk memproduksinya. Terlebih kalau diniatkan agar dapat pahala shodaqoh.

Salam.

Dipublikasi di Artikel | Tag , , | Meninggalkan komentar

Menyelamatkan lahan kritis

Definisi :
Lahan Kritis merupakan lahan yang keadaan fisiknya demikian rupa sehingga lahan tersebut tidak dapat berfungsi secara baik sesuai dengan peruntukannya sebagai media produksi maupun sebagai media tata air.

Demikianlah definisi lahan kritis yang umum dipakai. Merujuk pada penekanannya, menurut definisi tersebut ada 2 hal yang patut kita perhatikan:

Tidak dapat berfungsi secara baik sesuai dengan peruntukannya sebagai media produksi.

Sebagai contoh dalam hal ini adalah tanah yang karena ketidak suburannya memerlukan biaya yang tinggi jikadipergunakan sebagai media produksi, misalnya perlu pemupukan yang berlebihan, perlu upaya ekstra untuk pengolahannya agar dapat berproduksi. Sehingga dalam istilah populer disebut ”ekonomi biaya tinggi”

Tidak dapat berfungsi secara baik sebagai media tata air.

Karena kondisinya,  tanah yang bersangkutan kemampuannya untuk menyimpan air yang diterimanya saat musim hujan sangat kecil. Atau bahkan hujan yang jatuh diatasnya justru akan menyebabkan erosi yang akan memperburuk kondisinya.

Penyebab kerusakan lahan
– Perambahan hutan
– Penebangan liar (illegal logging)
– Kebakaran dan pembakaran hutan
– Pemanfaatan sumberdaya hutan yang tidak berazaskan kelestarian
– Penataan zonasi kawasan belum berjalan
– Pola pengelolaan lahan tidak konservasif
– Pengalihan status lahan (berbagai kepentingan)
– Dll
Akibat
Daya resap tanah terhadap air menurun sehingga kandungan air tanah berkurang yang mengakibatkan kekeringan pada waktu musim kemarau

Terjadinya arus permukaan tanah pada waktu musim hujan yang mengakibatkan bahaya banjir dan longsor.

Menurunnya kesuburan tanah, dan daya dukung lahan serta keanekaragaman hayati

Apabila kondisi tersebut diatas dibiarkan terus berlangsung maka pada akhirnya akan menyebabkan produktifitas lahan dan produksi pertanian menurun. Disamping itu kualitas produksi pertanian juga akan terus menurun yang dapat mengakibatkan menurunnya daya saing produk pertanian kita disbanding dengan produk Negara lain.

 

Upaya merehabilitasi lahan kritis

Untuk mencegah bertambahnya lahan kritis, tentunya dapat dilakukan berbagai cara, diantaranya adalah:

–         Melakukan pencegahan perambahan hutan, baik dengan peraturan maupun  pengamanan secara fisik hutan yang kita miliki

–         Terus melakukan upaya pencegahan penebangan liar

–         Pengawasan  dilapangan atas praktek pengelolaan hutan para pemegang HPH

–         Dll

Adapun upaya untuk merehabilitasi lahan kritis yang ada adalah dengan upaya reboisasi. Salah satu daya tarik gerakan ini adalah apabila dalam pelaksanaannya memberikan harapan adanya keuntungan secara financial.

Harapan keuntungan financial tersebut  akan lebih mudah dicapai apabila diperoleh jenis tanaman yang memenuhi syarat antara lain:

  1. Mudah tumbuh dan adaptif pada segala kondisi lahan.
  2. Cepat pertumbuhannya dan masa produksinya pendek.
  3. Tidak banyak memerlukan perawatan serta tahan terhadap hama dan penyakit.
  4. Hasil produksinya dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Dipublikasi di Artikel | Tag , , , , | 1 Komentar

Habibie Ditantang

Kepiawaian Habibie dalam bidang aeronautika menumbuhkan harapan salah seorang warga Madura yang sudah lama ingin melakukan perjalanan ke Matahari. Suatu saat bertemulah pengusaha sukses dari Madura ini dengan Prof. Eng. B.J. Habibie.

Pengusaha : “ Pak Habibie, bener sampiyan bisa bikin pesabat terbang?”

Habibie : “Ya”

Pengusaha : “Kenapa sampiyan nggak bikin pesawat terbang yang bisa dipakai ke Matahari?”

Habibie : “ Wah mustahil, matahari itu terlalu panas”

Pengusaha : “Gampang, nanti berangkatnya malem, biar nggak panas”

Habibie : ……..(bergumam)……”lebih baik saya kembali ke Jerman”….

Dipublikasi di Mati Ketawa ala Jabon | Tag , , | Meninggalkan komentar

Inisiator

Mau pergi ke kebunKang Edi “Jabon”Mulyana, tinggalnya di Padalarang. Karena itulah blog ini awalnya diberi nama “Edi Jabon Padalarang”. Dialah inisiator saya untuk menanam pohon jabon.

Hobby : keluyuran ke gunung, mengemudikan pesawat paralayang dan berenang.

Namun karena alasan perluasan konten, dan sebagai kenangan untuk ayah tercinta, maka blog ini namanya saya ganti menjadi “Kebon Cabe”.

Terimakasih Kang Edi.

Dipublikasi di Profil Ponggawa | Tag , , , | Meninggalkan komentar